Kabar Terbaru

Menjadikan Banjir Sebagai Aliran Kebaikan

Oleh: Ustadz Surya Aripin (Peserta Didik Sekolah Dai Dompet Dhuafa)

Selama dua hari, saya mengikuti respon banjir bersama tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Saat pertama kali turun, saya sudah dihadapkan dengan kegelisahan warga setempat yang diminta dalam waktu dekat ini untuk meninggalkan pos pengungsian, pasalnya genangan air sudah berangsur-angsur surut, namun cuaca tidak kunjung membaik, seakan hujan lebat akan kembali mengguyur.

“Air memang sudah surut, tapi untuk membersihkan rumah dan melihat cuaca yang masih mendung begini, kami masih belum berani untuk menghuni rumah,” ungkap Ibu Riyana, Ahad (4/1/2020).

Sebelum terdengar kumandang adzan dzuhur, saya bersama relawan lain membantu tim Dapur Keliling (Darling) memasak 250 porsi nasi berserta ayam dan sup sebagai hidangan makan siang warga terdampak banjir. Setelahnya kami membagikan santapan tersebut sembari memberi edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara makan yang baik, seperti terlebih dahulu membaca basmallah, mencuci tangan, menggunakan tangan kanan, dan tidak makan sambil berdiri.

Menjelang malam, kami pun membantu menyusun buku MOBA (Mobil Baca), bermain dan belajar, serta membacakan dongeng kepada anak-anak penyintas musibah banjir. Keseruan ini diakhiri dengan menonton film anak-anak di atas MOBA tersebut.

Pada keesokan hari, angin kencang dan hujan menyambut pagi, namun tidak berlangsung lama. Selepas hujan reda, kami (relawan) bersama tim DMC Dompet Dhuafa serta tim Tokopedia yang turut mendukung, berangkat menuju permukiman warga untuk melaksanakan aksi Bersih Itu Sehat (BIS).  Saya bersama beberapa teman lain mendapat amanah untuk fokus membersihkan sarana pendidikan, PAUD. Saat bersih-bersih, saya melihat buku berserakan bercampur lumpur yang sudah mengering. Kami pun mulai melakukan aksi BIS dengan alat yang tersedia.

 

Di tengah kegiatan tersebut, seorang warga setempat menghampiri dan mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Tokopedia yang telah turut melaksanakan aksi BIS,

“Terima kasih, Pak. Karena Bapak dan tim semuanya dari Dompet Dhuafa dan Tokopedia telah membantu kami warga yang terkena musibah.” Terlihat senyum bahagia dari raut wajah bapak itu.

Ternyata begini rasanya menjadi relawan kebencanaan. Baju yang basah dan kering di badan menjadi hal yang lumrah. Selama di sana, saya tidak mandi karena mendahulukan para pengungsi yang membutuhkan air bersih yang sangat terbatas.

Saya sangat bahagia dan bersyukur karena Allah memberiku kekuatan dan kesempatan untuk bisa membantu saudara-saudaraku yang terkena musibah dan selalu dipertemukan dengan orang-orang hebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *