Berita

Cegah Tangkal Corona: Apa Kabar Ramadhan Kita?

Ramadhan tinggal menghitung hari, namun belum jua ada tanda-tanda wabah Corona akan berhenti. Sudah lebih satu bulan sejak kasus pertama Corona dikonfirmasi terjadi di Indonesia. Namun hingga kini, tenaga medis maupun pemerintah masih kewalahan menghadapinya. Berbagai aturan dan strategi sudah diupayakan oleh pemerintah. Terbaru, pemerintah melalui Surat Edaran Kementerian Agama No. 6 Tahun 2020, memberikan himbauan terkait panduan pelaksanaan ibadah ramadhan dan idul fitri selama masa wabah. Kondisi luar biasa ini tentu membuat masyarakat terutama yang menganut agama Islam bertanya, akankah Ramadhan kali ini benar-benar akan berbeda?

Berangkat dari keresahan inilah, Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) kembali menyelenggarakan Cordofa Talk ke-2 dengan mengangkat tema: “Cegah Tangkal Corona, Apa Kabar Ramadhan Kita?”. Cordofa Talk ke-2 ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Bapak Duta Besar Djauhari Oratmangun (Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok), Bapak Dr.Drs.H.Juraidi, MA (Direktur Penerangan Islam, Direktorat Jenderal Bimbingan Islam Kementerian Agama RI), dan Bapak drg. Imam Rulyawan, MARS (Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa).

Di sesi pertama, Bapak Duta Besar Djauhari Oratmangun memberikan pemaparan terkait kondisi terkini negara Cina dan WNI yang berdomisili di wilayah tersebut. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan bahwa tepat hari ini (08 April 2020), setelah 76 hari mengalami lockdown Wuhan dan Hubei telah dibuka kembali secara resmi oleh pemerintah Cina, begitupun perjalanan antar kota sudah dibuka kembali.

“Virus itu adalah musuh yang tak terlihat. Kita tidak tau kapan dan dimana kita akan terpapar. Sebab itu, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah disiplin dalam menjaga diri dan melakukan tindakan pencegahan”, tutur Bapak Dubes Djauhari Oratmangun. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh WNI yang berada di Cina atas kedisiplinan mereka mematuhi peraturan negara Cina dan arahan KBRI. Kendati seluruh provinsi di Cina terpapar virus Corona, namun tak ada satu WNI pun yang positif virus Corona ini.

“Selama wabah Corona, sebanyak 72 masjid di Beijing ditutup. Tak ada aktivitas keagamaan yang berjalan termasuk sholat jumat. Pasca wabah Corona yang sudah mulai berangsur pulih di Cina, pengiriman Dai untuk aktivitas keagamaan sangat diperlukan. Sebab, pasca 76 hari lockdown, masyarakat juga sudah merindukan dan membutuhkan asupan spiritual”, tutur beliau.

Di sesi kedua, drg.Imam Rulyawan, MARS selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa menyampaikan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan oleh Dompet Dhuafa selama masa cegah tangkal Corona. Dalam kesempatan ini, drg. Imam Rulyawan pun menjelaskan terkait program Disinfectant Body Chamber Dompet Dhuafa yang sempat menuai pro dan kontra beberapa waktu lalu.

“Kami belajar dari Vietnam yang secara fasilitas dan sarana prasarana kesehatannya tidak jauh berbeda dengan Indonesia namun mampu menekan laju wabah Corona dengan lebih baik. Kami menemukan bahwa pemerintah Vietnam menempatkan disinfectant body chamber di berbagai titik di negaranya. Inspirasi inilah yang mengawali kerjasama Dompet Dhuafa dan juga pemerintah DKI Jakarta untuk mengadakan Disinfectant Body Chamber di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya”, tutur beliau.

Beliau juga menjelaskan bahwa meskipun namanya disinfectant body chamber, namun cairan yang digunakan adalah antiseptik yang aman untuk tubuh. “Hari ini kita tak lagi punya waktu untuk saling mengomentari. Sudah harus berbuat dan mengisi ruang kosong. Gerakkan kaki dan tangan kita untuk berbagi. Seminimalnya, gerakkan tangan untuk berdoa agar Allah turun tangan membuat wabah Corona ini segera reda”, pesan beliau.

Di sesi ketiga, Bapak Dr. Drs. H. Juraidi, MA memberikan penjelasan terkait Surat Edaran Kementerian Agama No. 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri selama kondisi wabah Corona. “Meskipun Indonesia bukan negara Islam, tetapi semangat pelaksanaan ibadah itu difasilitasi oleh negara, salah satunya dengan hadirnya kementerian agama (Kemenag) dalam struktur pemerintahan RI. Dalam kondisi wabah Corona ini, kemenag berupaya hadir dan memberikan edukasi melalui surat edaran terkait panduan-panduan ibadah yang dapat dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek kesehatan dan keamanan.”, tutur beliau.

Ustadz Idrianto Faishal (Dai Ambassador Cordofas yang juga merupakan staf Bimas Islam) turut menjelaskan, “Surat edaran Kemenag ini tidak bermaksud untuk mengekang pelaksanaan ibadah, namun memberikan pertimbangan dari segi kemanusiaan dan juga syariah. Surat edaran ini akan dinyatakan otomatis tidak berlaku jika pada Ramadhan dan Idul Fitri kondisi wabah Corona sudah membaik”.

Kementerian agama juga berharap agar para Dai dan mubaligh yang tergabung dalam Asosiasi Dai Cordofa dan juga dai-dai di seluruh Indonesia dapat berpartisipasi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan ibadah ramadhan selama kondisi wabah ini masih berlangsung. Dengan harapan, masyarakat Muslim di Indonesia tetap dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dan merasakan semarak ramadhan dengan tetap menjaga keselamatan sesuai arahan dan protokol kesehatan.

Corona mengajarkan kita.
Bahwa di masa wabah ini bukan saatnya untuk mencari siapa yang salah atau siapa yang? paling berjasa.
Mengisi ruang kosong adalah tugas kita bersama.
Kita harus saling bekerjasama.Baik pemerintah, lembaga sosial maupun rakyat biasa
Kita harus saling menjaga.Bagaimanapun wabah ini akan berlalu jua pada akhirnya.
Mari senantiasa berdoa kepada Allah yang Maha Kuasa, dengan kasih sayang-Nya semoga wabah Corona ini segera reda
Ramadhan Tiba, Corona Tiada
Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *